CINTAKU DI NEGERI SAKURA (( 3 ))
17:58 Posted In Sakura Vol
Dia mencurahkan segala perasaannya melalui sepucuk surat itu. Berulang dia menegaskan apapun yang terjadi kini dia tetap mencitai aku smpai kapanpun. Bahkan ketika menyerahkan surat ini dia sempat berucap ‘‘Dari dulu hingga detik ini, sampai ujung usia nanti aku akan selalu mencintai dan menanti kamu, kamu tak bisa tergantikan Lis’’. Ya Allah sampai sebegitukah ?Beberapa menit berlalu, aku terkurung pada lamunan masa lalu… saat- saat indah itu kembali menari- nari di depan mata ini. Ya Robbi ampuni hamba ini… kenapa perasaan itu masih begitu kuat mencengkeram hati ini.
Sore yang cerah itu aku menghadap ayah aku… meski takut aku coba memberanikan diri… aku ceritakan keberadaan mas heru yang telah kembali hingga akhirnya aku mencurahkan segala uneg- uneg ini kepada ayah aku tercinta.
Ayah aku marah bukan kepalang mendengar pengakuan dan keinginan aku… bagaimana tidak istri beranak dua ingin menyudahi hubungan rumah tangganya demi seorang laki- laki yang selama ini tak tahu rimbanya.
Sinar putih mendekat… lambat laun semuanya tampak kian jelas. Tampak suami dan anak tercinta aku duduk disamping tempat tidur menunggui aku. Aku bingung… apa yang terjadi… kenapa aku terbaring disini… dimana aku… sebelum semua terjawab suami aku berkata.. ‘‘syukurlah akhirnya kamu sadar… istirahat dulu jangan banyak bergerak… aku akan kabari bapak dan ibu… kamu pasti bingung… ntar aku ceritakan’’ begitu suami aku selesai berkata tiba- tiba mata aku terasa berat dan akhirnya aku tak tahu apa yang terjadi kemudian.
MAS HERU… bapakku awalnya kaget... beliau marah atas apa yang terjadi tapi akhirnya beliau sadar. Dia merasa telah melakukan kesalahan terhadap aku selama ini.
Singkat cerita Aku bertekad akan ikut mas Heru ke Jepang. Dengan berat hati kedua orang tuaku merestui jika aku harus berpisah dengan mas Amin dan ikut mas Heru.
Dengan penuh rasa salah pula aku berkata jujur pada mas Alim tentang maksud kedatangan mas Heru... kutumpahkan segala uneg- uneg yang selama ini aku pendam ke mas Alim...
Betapa mulianya mas Alim, dia Cuma berkata “pergilah, aku telah tahu dan paham atas apa yang terjadi selama ini”.
Selanjutnya aku ikut mas Heru ke negeri Sakura... aku bahagia sekali, hati terasa tenang dan damai. Beberapa bulan kemudian akhirnya kami resmi menikah. Meskipun aku di Jepang aku selalu rutin menelepon anak- anaku.
Mas Alim tidak membatasi akses aku ke anak- anak, gambar gembiranya ternyata mas Alim pada akhirnya menikahi suster yang selama ini mengasuh buah hatiku.
Bahkan dia mengijinkan anak- anaku ke Jepang untuk bertemu dengan ibunya.
Akhir kisah bahagia,
CINTAKU DI NEGERI SAKURA Tweet Bagikan




